Pengaruh Stress Terhadap Kondisi Kesehatan

Tekanan hidup yang berat akibat beban pekerjaan, rumah tangga, atau masalah lainnya sering kali menyebabkan stress. Pada saat mengalami stress seseorang cenderung akan lebih murung dan merasa tertekan. Beberapa penelitian bahkan mengungkapkan adanya pengaruh stress terhadap kondisi kesehatan. Stress yang berkepanjangan atau kronis tidak hanya menyebabkan kelelahan mental, tapi juga mempengaruhi kesehatan fisik. Reaksi psikologis dan fisiologis atas perubahan situasi yang tidak dapat diterima ini akan merangsang pelepasan hormon adrenalin dan kortisol yang memiliki efek merusak tubuh.

Pengaruh Stress Terhadap Kondisi Kesehatan

Stress menyebabkan peningakatan denyut jantung dan tekanan darah, serta dapat menaikkan kadar gula darah. Setelah stress mereda tubuh akan melakukan relaksasi dan kembali ke kondisi semula. Namun jika stress dibiarkan berlarut-larut apa yang akan terjadi? Secara alami tubuh akan beradaptasi dan terbiasa dengan kondisi stress hingga kemudian berkembang menjadi stress kronis. Hal ini akan menyebabkan dampak negatif pada kondisi kesehatan.

Berikut ini beberapa dampak negatif pada kondisi kesehatan yang diakibatkan oleh stress :

Kelebihan Berat Badan
Saat anda mengalami stress tubuh akan melepaskan hormon kortisol yang menyebabkan anda selalu ingin makan makanan yang manis dan megandung lemak yang tinggi. Selain itu, stress berkpenjangang bisa menyebabkan kelelahan yang pada akihirnya menyebabkan tubuh anda menyimpan lebih banyak lemak, sehingga berat badan naik. Anda perlu mewaspadai hal ini, karena kelebihan berat badan atau obesitas dapat meningkatkan resiko diabetes, penyakit jantung, dan kanker.

Rambut Rontok
Sebuah hasil studi yang diterbitkan pada tahun 2003 dalam American Journal of Pathology, mengungkapkan bahwa stress negatif dapat mempengaruhi aktivitas dari folikel rambut, yang pada gilirannya menyebabkan rambut rontok. Stress dapat menyebabkan rambut mengalami kondisi antara lain alopecia areata (sel darah putih menyerang folikel rambut), telogen effluvium (rambut berhenti tumbuh), dan trikotilomania (kerontokan ekstrim akibat stress, cemas, tegang, kesepaian, atau frustasi).

Depresi
Stress dapat berdampak langsung terhadap kesehatan mental. Stess kronis menyebabkan depresi atau memperparah kondisi depresi yang sudah dialami sebelumnya. Depresi merupakan tingkatan stress yang lebih tinggi, dimana orang yang mengalami depresi tidak mampu mengendalikan diri seperti berteriak sambil menangis, mengamuk, mengurung diri, dan enggan melakukan apapun.

Penyakit Jantung
Stress merupakan faktor resiko utama penyebab penyakit jantung. Kondisi stress mengakibatkan peningkatan denyut jantung dan tekanan darah. Jika hal ini dibiarkan maka akan berakibat buruk terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah. Penelitian yang dilakukan oleh National Institute of Mental Health (NIMH) lebih dari 20 tahun terakhir telah menunjukan bahwa pengidap penyakit jantung lebih rentan menderita stress, dan penderita stress cenderung beresiko memiliki penyakit jantung dibanding orang sehat.

Kanker dan Gangguan Imun
Sistem imun tubuh dirancang untuk melindungi kita dari serangan berbagai penyakit. Stress kronis dapat merusak dan menghambat kerja sistem imun. Akibatnya resiko terkena kanker dan masalah kesehatan lainnya meningkat. Hasil peneltian yang dimuat dalam The Journal of Clinical Investigation menunjukan bahwa hormon stress, seperti adrenalin, langsung dapat mendukung pertumbuhan dan penyebaran tumor. Studi telah menunjukan bahwa stress dapat mempromosikan kanker secara langsung dengan melemahkan sistem pertahanan anti-tumor dengan mendorong pembentukan pembuluh darah tumor.

Masalah Pencernaan
Stress dapat menyebabkan terjadinya spasme (kejang) pada kerongkongan. Hal ini dapat meningkatkan kadar asam lambung dan menyebabkan ketidaksanggupan atau gangguan dalam mencerna makanan, sehingga memicu rasa mual. Selain itu, stress juga bisa membuat usus besar bereaksi dengan cara menyebabkan diare atau sembelit.

Sindrom Metabolik
Sindrom metabolik adalah isitilah kesehtaan untuk menggambarkan kombinasi dari sejumlah kondisi, yaitu tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar gula darah yang tinggi (diabetes), kadar kolesterol tinggi, dan obesitas yang dialami secara bersamaan. Orang yang mengalami stress kronis beresiko tinggi untuk terkena sindrom metabolik ini.

Menyadari besarnya pengaruh stress terhadap kondisi kesehatan, inilah saatnya bagi anda untuk mengelola stress dengan lebih baik lagi. Kendalikan stress anda dengan selalu berpikir positif, bersyukur, ikhlas dan perbanyak tersenyum. Anda juga bisa mengalihkan stress dengan melakukan hobi atau kegiatan yang menyenangkan. Kebiasaan baik ini secara otomatis dapat membantu meningkatkan produksi hormon endhorpin atau hormon kebahagiaan dalam diri anda. Sekian dan semoga bermanfaat.

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *