Hati Hati Konsumsi Obat Kedaluwarsa Bisa Berakibat Fatal

Hati Hati Konsumsi Obat Kedaluwarsa Bisa Berakibat Fatal

Berhati hatilah sebelum mengonsumsi obat. Usahakan cek dulu apakah obat tersebut masih layak dikonsumsi atau sudah kadaluarsa. Bukannya sembuh, mengonsumsi obat kadaluwarsa justru bisa berakibat fatal bagi kesehatan.

Seperti pada makanan dan minuman, obat juga punya tanggal kadaluawarsa. Keterangan tanggal kadaluarsa yang biasanya tertera pada kemasan ini biasanya didahului tulisan exp/expiry date/expiry/exp date/use before. Jika lewat dari tanggal tersebut, sebaiknya obat tidak dikonsumsi lagi.

Hati Hati Konsumsi Obat Kedaluwarsa Bisa Berakibat Fatal

Kenali Tanggal Kedaluwarsa Obat

Produsen obat diwajibkan untuk mencantumkan tanggak kedaluwarsa pada kemasan produk dari semua hasil produksinya. Tanggal ini merupakan informasi bahwa obat yang akan kamu konsumsi aman dan memberikan manfaar maksimal hingga tanggal yang tertera. Sebagai contoh, jika bulan kedaluwarsa sebuah obat adalah Desember 2020, maka obat ini sebaiknya tidak dikonsumsi setelah 31 Desember 2020.

Selain itu, terkadang ada juga keterangan use by yang tertera di kemasan obat. Jika menemukan keterangan itu, sebaiknya obat tidak digunakan lagi pada akhir bulan sebelum tanggal yang tertera. Misalnya jika tertulis use by januari 2019, maka obat itu sebaiknya tidak dikonsumsi setelah 31 Desember 2018. Lewat dari tanggal itu, mungkin obat tersebut masih aman, tapi tidak lagi efektif sebagaimana sebelum tanggal kedaluwarsa.

Produsen obat juga menampilkan keterangan lain seperti discard 7 days after opening. Keterangan ini berarti jika masih tersisa setelah 7 hari dibuka dan dikonsumsi, obat tersebut harus dibuang, atau dikembalikan ke apotek penjual untuk dihancurkan meski belum kedaluwarsa. Ini adalah langkah terbaik untuk membuang obat dari pada membuangnya di tempat sampah atau di toilet karena berpotensi mencemari lingkungan.

Selain membahayakan tubuh, efektivitas obat akan menurun jika dikonsumsi setelah melewati tanggal kedaluwarsa. Penurunan efektivitas obat ini terjadi karena bahan kimia yang terkandung dalam obat tersebut lama kelamaan menjadi tidak aktif karena pengaruh oksigen, cahaya, dan panas. Selain itu, perubahan ini juga mengakibatkan terjadi perubahan komposisi bahan kimia yang terkandung didalamnya.

Cara Mengurangi Risiko Yang Berbahaya

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa bisa berakibat fatal, terutama jika obat tersebut digunakan untuk menangani kondisi serius seperti reaksi alergi parah, angina atau nyeri dada, insulin untuk diabetes, serta obat yang digunakan untuk melakukan vaksinasi. Inilah alasan utama kenapa kamu perlu lebih memerhatikan tanggal kedaluwarsa obat yang digunakan.

Untuk mencegah agar kamu tidak sampai mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa, cobalah periksa kotak obat dirumah secara rutin tiap 6 bulan sekali. Lalu pisahkan antara obat yang masih layak konsumsi, obat yang mendekati tanggal kedaluwarsa, dan obat sudah kedaluwarsa.

Perlu diingat bahwa beberapa obat memiliki tanggal kedaluwarsa yang singkat sehingga tidak dapat disimpan lama setelah dibuka. Beberapa obat itu antara lain :

* Obat Tetes Mata
Obat ini biasanya hanya baik digunakan selama 4 minggu setelah pertama kali dibuka. Ini karena mata manusia sensitif terhadap bakteri yang bisa saja mengontaminasi obat tersebut setelah kemasannya dibuka.
* Antibiotik racikan
Antibiotik bubuk yang dicampur air akan membuat obat menjadi lebih mudah kedaluwarsa. Biasanya apoteker menyatakan obat ini akan kedaluwarsa hanya dalam waktu 1 sampai 2 minggu, tergantung produknya.

Berbeda dengan kedua jenis obat diatas, obat berbentuk tablet biasanya punya waktu kedaluwarsa lebih lama dibanding yang berbentuk cairan.

Agar obat tetap dalam kualitas baik hngga tanggal kedaluwarsanya, kamu perlu mengikuti petunjuk penyimpanan pada kemasan atau label obat. Umumnya obat perlu disimpan ditempat gelap, dibawah suhu 25 derajat C, didalam lemari pendingin dengan suhu sekitar 4 derajat C, dan jauh dari jangkauan anak anak.

Lemari obat di dinding kamar mansi, dan kotak P3K di mobil sebenarnya bukan tempat yang tepat untuk menyimpan obat karena lembap dan panas. Obat sebaiknya disimpan ditempat yang kering, sejuk, dan tidak terpapar sinar matahari. Sebagaian jenis obat, mungkin perlu disimpan dalam lemari pendingin.

Kalau kamu terlanjur mengonsumsi obat yang sudah kedaluwarsa, segera periksakan diri ke dokter. Dengan begitu, dokter bisa segera memberikan penanganan yang tepat untuk mencegah efek negatif dari obat tersebut. Sebelum terlambat, yuk atur kembali kotak obatmu dan mulailah untuk memerhatikan tanggak kedaluwarsa obat yang akan kamu konsumsi.

Kata Kunci:

  • artikel bahasa inggris tentang obat herbal
    0 Shares
  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *