Gizi Buruk Terhadap Kesehatan Tubuh Pada Orang Dewasa

Gizi Buruk Terhadap Kesehatan Tubuh Pada Orang Dewasa

Tubuh manusia membutuhkan protein, kalori, dan beragam nutrisi yang cukup untuk menjalankan fungsi tubuh. Jika hal ini tidak dipenuhi dengan baik, ada kemungkinan terjadi gizi buruk yang dapat menyebabkan gangguan kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang.

Gizi buruk tidak hanya terjadi di indonesia saja, tetapi juga menjadi masalah diberbagai belahan dunia, terutama di negara negara berkembang.

Gizi Buruk Terhadap Kesehatan Tubuh Pada Orang Dewasa

Dampak Gizi Buruk Yang Terjadi

Secara umum, gizi buruk merupakan salah satu masalah kesehatan utama di dunia yang dapat menyebabkan kematian, khususnya pada anak anak.

Gizi buruk pada anak juga sering dikaitkan dengan perkembangan mental yang buruk dan prestasi yang tidak optimal di sekolah. Namun, kondisi ini masih diperdebatkan dan butuh penelitian lebih lanjut.

Tidak hanya itu, penderita gizi buruk juga sangat berisiko mengalami efek fisiologis jangka panjang, seperti :
* Resistensi insulin
* Hipertensi
* Disiplidemia
* Risiko diabetes
* Lebih tinggi risiko mengalami penumpukan lemak dibagian perut

Gejala Gizi Buruk Yang Akan Tampak

1. Pucat, kurus, perut kembung, dan kehilangan massa otot pada keempat anggota geraknya
2. Anak terlihat sering gelisah
3. Terjadi gangguan pertumbuhan meliputi berat badan dan tinggi badan
4. Rambutnya menjadi mudah tercabut, tampak kusam, kering, dan sering terjadi perubahan warna
5. Dapat pula terjadi perubahan pada kulit, kulit menjadi bersisik, terdapat bercak bercak putih dan merah muda dengan tepi kehitaman
6. Anak juga akan menderita anemia akibat kekurangan nutrien seperti zat besi dan vitamin B kompleks

Selain penting memahami gejala gejala gizi buruk, perlu juga diketahui dua jenis gizi buruk yang paling umum beserta tanda tandanya, yaitu :

* Kwashiorkor
Bentuk malnutrisi yang disebabkan kekurangan protein dalam makanan. Kondisi ini sering kali dialami oleh anak anak. Beberapa gejalanya antara lain edema, atau bengkak karena retensi cairan, perut tampak menonjol, dan ketidakmampuan untuk tumbuh atau menambah berat badan.

* Marasmus
Bentuk malnutrisi yang sudah parah karena tidak hanya kekurangan protein, tetapi juga kalori, karbohidrat, maupun nutrisi lainnya. Gejalanya dapat anda kenali seperti penurunan berat badan, dehidrasi, perut menyusut, dan diare kronis.

Cara Mengatasi dan Mencegah Gizi Buruk

Secara garis besar, setiap negar bertanggung jawab dalam memenuhi kecukupan gizi penduduknya, terutama balita dan anak anak. Di indonesia, upaya perbaikan gizi untuk perseorangan maupun masyarakat dilakukan melalui beberapa program, antara lain :

* Perbaikan pola konsumsi makanan
* Perbaikan prilaku sadar gizi
* Peningkatan akses dan mutu pelayanan

Pada pasien yang mengalami gizi buruk, tentu dibutuhkan penanganan dan perawatan dalam waktu yang tidak sebentar. Dokter akan menganjurkan pemberian asupan kalori melalui makanan kecil, atau bisa juga menambahkan suplemen protein cair jika memiliki masalah dalam mencerna makanan.

Cara untuk mencegah gizi buruk adalah mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang. Mulai dari konsumsi buah dan sayuran, juga roti, nasi, atau kentang sebagai sumber karbohidrat. Kemudian, konsumsi sumber protein secara teratur, seperti susu dan produk olahan susu, daging, ikan, telur dan kacang kacangan.

0 Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *