Efek Samping Terlalu Sering Mengkonsumsi Obat-obatan

Saat tubuh mulai merasa lebih lemah dan gampang lelah, serta tidak mood untuk melakukan tugas pekerjaan dan lain-lainnya, bisa jadi kondisi tersebut menandakan Anda terkena gejala penyakit tertentu.

Terkadang, orang-orang akan langsung mengkonsumsi obat yang sebenarnya belum terlalu dibutuhkan. Pusing sedikit, minum obat. Sakit dan pegal linu di badan, juga minum obat. Padahal, jika kondisinya belum terlalu parah bisa saja mengatasinya dengan mengistirahatkan badan sejenak. Hal ini tentu akan membuat tubuh Anda lebih nyaman lagi, namun jika kondisi yang dirasakan justru semakin parah, barulah periksakan ke dokter dan mengkonsumsi obat.

Efek Samping Terlalu Sering Mengkonsumsi Obat-obatan

Jika terlalu sering mengkonsumsi obat dan dilakukan hampir setiap hari, juga tidak akan aman bagi tubuh Anda. Justru karena hal tersebut, akan menimbulkan dampak yang tidak akan terjadi hari itu juga, tapi bisa dirasakan saat 20-30 tahun kemudian. Bayangkan kira-kira hal apa yang bisa terjadi saat 20 dan 30 tahun kemudian jika di masa sekarang Anda terlalu rajin mengkonsumsi obat? Jika tidak yakin, berikut ini adalah beberapa efek samping terlalu sering mengkonsumsi obat-obatan yang semoga menjadikan Anda lebih waspada dan memperhatikan tubuh Anda lebih baik lagi.

1. Mengalami penurunan pada sistem daya tahan tubuh.

Salah satu efek samping dari terlalu sering mengkonsumsi obat ternyata berdampak pada penurunan sistem daya tahan tubuh. Walaupun setelah Anda mengkonsumsi obat akan keluar melalui urin dan keringat, namun sisa-sisa atau ampas dari obat-obatan sebenarnya masih tertinggal di dalam tubuh dan belum bersih sepenuhnya. Sisa-sisa tersebut ternyata akan membuat sistem imun tubuh terganggu dan membuat keefektivitasan dalam fungsi sebagai penangkal zat radikal (asing) menjadi berkurang.

2. Alergi.

Efek samping yang kedua adalah terjadi reaksi alergi, terutama pada jenis obat-obatan antibiotik. Reaksi alergi yang akan muncul bisa terjadi dalam jangka panjang ataupun jangka pendek. Bahkan, pada orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat alergi sekalipun akan terkena dampak ini. Kondisi tersebut berkaitan dengan penurunan sistem imun tubuh seperti yang dijelaskan tadi.

3. Infeksi.

Akibat dari penggunaan obat antibiotik terlalu sering justru berisiko meningkatkan tubuh rentan terkena infeksi. Bukan hanya mengalami resistensi bakteri, infeksi juga berpotensi besar untuk berbalik menyerang tubuh penggunanya. Infeksi di sini juga bisa berarti infeksi organ intim di mana biasanya timbul dengan beberapa gejala, seperti mengalami gatal di area kewanitaan, keputihan, dan bau tidak sedap para area kewanitaan tersebut.

4. Ginjal rusak.

Kerusakan organ dalam tubuh juga harus diwaspadai. Beberapa bagian tubuh yang rusak akibat dampak dari konsumsi obat terlalu sering adalah jantung, dan Ginjal. Ginjal yang merupakan organ penyaring darah, darah juga akan mengangkut obat-obatan yang masuk ke dalam tubuh. Dengan terlalu sering mengonsumsi obat justru dapat menyebabkan ginjal mengalami gagal fungsi yang nantinya karena penumpukan racun di organ tersebut. Alasan itu juga lah yang mengapa direkomendasikan agar memperbanyak konsumsi air putih 8 gelas setiap harinya selama minum obat.

5. Mengalami gangguan pencernaan.

Dampak pada sistem pencernaan juga tidak bisa terelakkan, saat Anda mengonsumsi obat terlalu sering, apalagi jika jenis obat antibiotik, beberapa gangguan pencernaan yang rentan terjadi diantaranya mual, diare, kram usus, sakit pada perut, iritasi usus besar hingga kebocoran usus.

6. Osteoporosis.

Dampaknya pun bisa mempengaruhi tulang Anda, salah satunya adalah Osteoporosis, dimana tulang menjadi lebih mudah keropos akibat terlalu banyak konsumsi obat antbiotik saat usia muda.

7. Rusaknya panca indera.

Bukan tidak mungkin jika mengkonsumsi obat terlalu sering juga berdampak pada kerusakan panca indera. Hal tersebut jelas dampaknya pada organ-organ lain seperti mata, hidung, ludah, dan kulit juga pendengaran telinga yang bisa berkurang fungsinya.

8. Gangguan saraf akut.

Di usai senja kelak, biasanya gangguan saraf akan mulai dialami dan hal ini juga terjadi karena efek samping dari penggunaan psikotropik.

Efek samping lainnya yang kadang tidak disadari adalah mengalami penurunan nafsu makan, cepat lelah, perubahan dalam pola makan dan tidur, sering berhalusinasi, mudah bingung, susah tidur (Insomnia), fobia, dan ketergantungan pada obat tersebut.

Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Anda.

Kata Kunci:

  • efek samping kacang hijau
    0 Shares
  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *