Bahaya Mengkonsumsi Makanan Kalengan Untuk Kesehatan

Di zaman modern sekarang dunia semakin banyak mengalami perubahan dan kemajuan terutama dalam bidang teknologinya yang semakin canggih. Dulu untuk memasak kita memerlukan waktu yang sedikit lama dalam membuat makanan untuk kita makan, tapi sekarang sudah tersedia berbagai jenis produk makanan instan yang lebih disukai oleh masyarakat karena kemudahan dalam penyajiannya. agi beberapa individu, membeli makanan kaleng dikarenakan praktis dan mudah diperoleh serta awet disimpan.

makanan kalengAda begitu banyak produk makanan yang dikemas dalam kaleng seperti ikan tuna, buah, Sayuran kaleng, sosis dan yang lainnya.

Pengemasan atau pengawetan pertama kali makanan di dunia ini sudah ada sejak tahun 12.000 SM. Sebelum tahun 1800, koloni Amerika mengeringkan, memanggang, mengasinkan dan mengasamkan makanan yang mereka produksi. Akan tetapi, usaha mereka tak pernah berhasil, makanan mereka tak bertahan lama. Sampai ditmeukan solusinya yaitu dengan menggunakan kaleng.
Makanan yang diawetkan itu pun akhirnya menjadi populer dan dianggap sangat membantu dalam kehidupan yang serba sibuk saat ini. Akan tetapi meskipun banyak membantu, ada bahaya yang terkandung dalam makanan yang dikalengkan. Bahaya yang timbul tersebut terkait dengan tumbuhnya bakteri dan racun pada kaleng atau pembungkus yang larut dalam makanan.

Menurut penelitian dari Harvard School of Public health, makanan kaleng mengandung zat Bispheneol A yang digunakan oleh pabrik untuk mencegah karat pada kaleng serta menjaga makanan tetap awet. Apabila Bispheneol tersebut dikonsumsi dalam jangka panjang dapat menyebabkan resiko terserang penyakit diabetes, serangan jantung, impotensi, dan penyakit hati lebih besar. Bagi para ibu hamil juga tidak disarankan untuk mengkonsumsi makanan kaleng sebab akan mengakibatkan gangguan otak pada bayi yang dilahirkan.

Hasil penilitian lain di Jepang oleh Shinbo dkk pada tahun 2012 (Dietary tin intake and association with canned food consumption in Japanese preschool children) menemukan bahwa zak kimia dari kaleng itu sendiri yang dikenal dengan nama kimia Sn (stannum) juga turut mencemari makanan yang ada dalam kaleng. Kadar Sn dalam air kemih ditemukan lebih banyak pada konsumer makanan kaleng berbanding mereka yang tidak diberikan makanan kaleng.

Makana kalengan memang memberikan banyak kemudahan, tapi Anda juga perlu berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan ini meningat ada beberapa bahaya yang bisa timbul. Meskipun pengemasan produk kalengan tersebut bisa terjamin tetap saja ada sebuah kemungkinan bahwa bahaya tersebut tetap masih ada.

Tips bagi Anda yang ingin mengkonsumsi makanan kalengan ialah cermati saat membeli, pastikan Anda memilih kemasan kaleng yang utuh dan bagus. Hindari kemasan kaleng yang sudah penyok, cacat dan bocor. Apabila setelah dbuka dan tidak habis dimakan segera pindahkan isinya ke wadah yang tertutup dan simpan di lemari es agar bisa dikonsumsi lagi lain waktu.

Boleh saja sesekali mengkonsumsi makanan kalengan asalkan Anda lebih perhatian pada kemasan dan tanggal kadaluarsanya serta jangan teralalu mengandalkan makanan kalengan untuk makanan sehari-hari Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *